Just another WordPress.com site


Oleh :

Annas Dwi Bagus I.S    (VIII.6 / 08)

Ekananda Putri N.A     (VIII.6 / 12)

Sasmita Triandini        (VIII.6 / 36)

Yolanda Alifvichasari   (VIII.6 / 40)

BAB I

  1. Latar Belakang

Latar belakang penulisan makalah ini adalah selain untuk memenuhi nilai tugas pada mata pelajaran Biologi khususnya mengenai bab Fotosintesis, juga melalui makalah ini kami sebagai penulis mencoba memberikan pemahaman mengenai Fotosintesis. Karena banyaknya rahasia yang terkandung pada alam ini menjadikan hal ini sebuah misteri alam yang patut untuk diungkap. Memalui makalah ini pula, kami penulis akan mengungkap hal-hal yang sekiranya patut diketahui oleh pembaca mengenai Fotosintesis

  1. Tujuan

Memahami berbagai system dalam kehidupan tumbuhan

Memahami proses perolehan nutrisi dan transformasi energy pada tumbuhan hijau

Mengetahui hasil dari proses fotosintesis

Mengerjakan tugas biologi dalam membuat KTI tentang fotosintesis

BAB II

  1. Pengertian Fotosintesis

Fotosintesis adalah proses pembentukan karbohidrat (glukosa) dari karbondioksida (CO₂) dan air (H₂O) dengan bantuan sumber energy utama sinar matahari. Fotosintesis juga memerlukan zat hijau daun (klorofil). Dalam proses fotosintesis, klorofil merefleksikan warna hijau dan sebagian kecil warna kuning sehingga menyerap seluruh energy dari warna-warna lain pada sinar matahari selain warna tersebut yang kemudian akan diubah menjadi energy kimia yang disimpan dalam bentuk karbohidrat atau senyawa organic lainnya.

Secara sederhana reaksi kimia yang terjadi pada proses fotosintesi dapat dituliskan sebagai berikut :

cahaya

klorofil

  1. Sejarah Penemuan Fotosintesis
    1. JOSEPH PRIESTLEY (1772)

Joseph Priestley melakukan penelitian dan menyimpulkan bahwa tumbuhan mengubah udara yang dikeluarkan hewan menjadi udara segar. Priestley melakukan eksperimen bahwa jika di dalam tabung tertutup diletakkan tikus dan tumbuhan, tikus tetap hidup. Selanjutnya, kita mengetahui bahwa tumbuhan menggunakan karbon dioksida yang dikeluarkan oleh hewan, dan hewan menyerap oksigen yang dihasilkan tumbuhan.

  1. INGENHAUSZ (1799 – Ahli Kimia Inggris)

Ingenhausz melakukan percobaan dengan tumbuhan air Hydrilla Verticilata di bawah corong kaca yang dimasukkan ke dalam gelas kimia berisi air. Jika Hydrilla terkena cahaya matahari maka akan timbul gelembung-gelembung gas yang mengumpul didasar tabung reaksi. Ternyata gas tersebut adalah oksigen. Ingenhausz berhasil membuktikan bahwa proses fotosintesis menghasilkan oksigen dan cahaya matahari berperan penting dalam proses fotosintesis dan hanya tumbuhan hijau yang dapat melepaskan oksigen.

  1. JEAN SENEBIER (1782)

Jean Senebier menyebutkan gas yang dibutuhkan oleh tumbuhan untuk fotosintesis adalah karbondioksida yang merupakan sumber karbon bagi tumbuhan hijau. Pada tahun 1842, Julius Robert Mayer menyatakan bahwa energi cahaya matahari yang diserap oleh tumbuhan hijau selanjutnya diubah menjadi energi kimia.

  1. ENGELMANN (1822)

Engelmann berhasil membuktikan bahwa klorofil merupakan faktor yang harus ada dalam proses fotosintesis. Engelmann melakukan percobaan dengan menggunakan ganggang hijau Spirogyra yang kloroplasnya berbentuk melingkar seperti spiral. Dalam percobaan tersebut Engelmann mengamati bahwa hanya kloroplas yang terkena cahaya matahari yang mengeluarkan oksigen. Hal ini terbukti dari banyaknya bakteri aerob yang bergerombol di sekitar kloroplas yang terkena cahaya matahari.

  1. SACH (1860 – Jerman)

Julius Von Sachs berhasil membuktikan bahwa proses fotosintesis menghasilkan amilum (zat tepung). Adanya zat tepung ini dapat dibuktikan dengan uji yodium sehingga percobaannya juga disebut uji yodium.

  1. BLACKMAN (1905)

Blackman membuktikan bahwa perubahan karbon dioksida (CO₂) menjadi glukosa (C₆H₁₂O₆) berlangsung tanpa bantuan cahaya matahari. Peristiwa ini sering disebut sebagai reduksi karbon dioksida. Yang merupakan reaksi gelap.

  1. HILL (1937 – Inggris)

Hill berhasi membuktikan bahwa cahaya matahari diperlukan untuk memecah (H₂O) menjadi Hidrogen (H) dan Oksigen (O₂). Pemecahan ini disebut fotolisis. Yang merupakan reaksi terang.

  1. Bagian Tumbuhan yang Berperan dalam Fotosintesis

Pada permukaan atas dan bawah daun terdapat epidermis, biasanya terdapat lapisan lilin yang berfungsi untuk mencegah penguapan air yang berlebihan. Di antara sel sel epidermis terdapat stomata (mulut daun) yang berfungsi untuk pertukaran gas karbon dioksida dan oksigen pada proses fotosintesis dan respirasi.

Di antara permukaan atas dan bawah epidermis, terdapat jaringan mesofil di dalam jaringan ini, terdapat jaringan palisade dan juga jaringan spons, tapi jaringan ini hanya terdapat pada tumbuhan dikotil. Jaringan palisade ini terdapat banyak sekali kloroplas yang berfungsi untuk menyerap cahaya matahari secara maksimal pada proses fotosintesis. Sedangkan jaringan spons berfungsi untuk menampung karbon dioksida untuk proses fotosintesis. Sedangkan pada tumbuhan monokotil, semua jaringan mesofil berbentuk bulat.

Di dalam kloroplas itu sendiri terdapat stroma dan grana. Stroma adalah ruangan yang berisi cairan atau enzim-enzim untuk fotosintesis dan juga merupakan tempat penyimpanan sementara hasil fotosintesis. Sedangkan grana adalah tumpukan membran tilakoid yang mengandung pigmen klorofil untuk menangkap cahaya.

  1. Proses Fotosintesis

Proses fotosintesis berlangsung dalam 2 proses. Proses pertama merupakan proses yang tergantung pada cahaya matahari (reaksi terang), yaitu reaksi yang membutuhkan energi cahaya matahari langsung dan molekul-molekul energi cahaya tersebut belum dapat digunakan untuk proses berikutnya. Oleh karena itu pada reaksi terang ini, energi cahaya matahari yang belum dapat digunakan tersebut akan dikonversi menjadi molekul-molekul energi yang dapat digunakan yaitu dalam bentuk energi kimia. Konversi energi cahaya menjadi energi kimia dilakukan oleh aktivitas pigmen daun (klorofil). Dalam reaksi terang, cahaya matahari akan membentuk klorofil-a sebagai suatu cara untuk membangkitkan electron agar menjadi suatu energi dengan tingkatan yang lebih tinggi.

Dua pusat reaksi pada pigmen tersebut yang bekerja secara berantal (PS I dan PS II) mentransfer electron. Elektron diperoleh dengan memecah air (H2O) sehingga terjadi pelepasan oksigen dan oksigen tersebut yang kemudian mengkonversi energi menjadi bentuk ATP dan NADP. Reaksi terang tersebut terjadi dalam grana.

Proses kedua adalah proses yang tidak membutuhkan cahaya (reaksi gelap) yang terjadi ketika produk dari reaksi terang digunakan untuk membentuk ikatan kovalen C-C dari karbohidrat. Pada proses ini, CO2 atmosfer (atau CO2 dari air untuk organisme akuatik/marine) ditangkap dan dimodifikasi oleh penambahan hydrogen menjadi bentuk karbohidrat. Reaksi gelap biasanya dapat terjadi dalam gelap apabila energi carrier dari proses terang tersedia. Reaksi gelap ini berlangsung dalam stroma kloroplas.

  1. Faktor-Faktor yang mempengaruhi Fotosintesis

Faktor-faktor yang mempengaruhi fotosintesis pada tumbuhan dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu sebagai berikut :

  1. Faktor Dalam Tumbuhan

1)   Faktor Genetik

Faktor Genetik setiap makhluk hidup berbeda-beda sesuai dengan spesiesnya. Adanya perbedaan kemampuan tiap tumbuhan dalam melaksanakn aktivitas kehidupannya. Salah satu diantaranya adalah perbedaan kemampuan tumbahan dalam melakukan fiksasi CO₂ untuk keperluan fotosintesis. Perbedaan tersebut akan mempengaruhi efiensi tumbuhan dalam mensintesis karbohidrat menjadi bentuk lain, seperti glukosa, sakarosa, dan fruktosa.

2)   Pengaruh Umur Daun

Semakin bertambah umur daun suatu tanaman, laju fotosintesis cenderung menjadi semakin lambat. Kemampuan daun untuk berfotosintesis meningkat pada awal perkembangan daun kemudian mengalami penurunan sejalan dengan bertambahnya umur daun, bahkan kadang-kadang menurun sebelum daun tersebut berkembang penuh. Semakin mendekati warna kuning, kemampuan daun untuk berfotosintesis semakin berkurang dan bahkan hilang sama sekali.

3)   Pengaruh Laju Translokasi Hasil Fotosintesis

Laju translokasi hasil fotosintesis (fotosintat) adalah kecepatan pemindahan hasil fotosintesis (dalam bentuk sukrosa) dari daun ke organ-organ penampung yang berfungsi sebagai lumbung.

  1. Faktor Lingkungan

1)   Konsentrasi karbondioksida (CO₂) di udara

Gas CO₂ juga merupakan bahan baku fotosintesis untuk membentuk senyawa karbohidat. Kekurangan CO₂ dapat menyebabkan penurunan laju fotosintesis.

2)   Klorofil

Semakin banyak jumlah klorofil dalam daun maka proses fotosintesis berlangsung semakin cepat.

3)   Cahaya

Sesuai dengan sifatnya sebagai tumbuhan hijau yang tidak terlepas dari adanya cahaya, factor cahaya berperan sangat penting dalam mengendalikan laju fotosintesis. Cahaya diperlukan sebagai sumber energi reaksi anabolik fotosintesis. Intensitas cahaya yang cukup diperlukan agar fotosintesis berlangsung secara efisien.

4)   Ketersediaan Air

Dalam kondisi kekurangan air, turgiditas sel penjaga stomata menurun sehingga stomata menutup. Dengan tertutupnya stomata, serapan CO₂ sebagai bahan sintesis karbohidrat dan bahan baku dalam proses fotosintesis menjadi terhambat.

5)      Suhu

Pengaruh suhu terhadap fotosintesis juga bergantung pada spesies dan kondisi lingkungan tempat tumbuhnya. Suhu optimum tumbuhan yang hidup di gurun lebih tinggi dari tumbuhan yag hidup di tempat lain. Tanaman jagung dan kedelai di dataran rendah tropis mempunyai suhu optimum fotosintesis lebih tinggi dibandin tanaman ketang dan kacang kapri di dataran tinggi (pegunungan). Ganggang hijau tertentu dapat berfotosintesis pada suhu 70°C, sementara itu tumbuhan berdau jarum (konifer) dapat berfotosintesis pada suhu ≤6°C.

Semakin tinggi suhu, laju fotosintesis akan meningkat demikian juga sebaliknya namun bila suhu terlalu tinggi fotosintesis akan terhenti karena enzim-enzim yang berperan dalam fotosintesis akan rusak. Oleh karena itu tumbuhan membutuhkan suhu optimum agar fotosintesis berjalan efisien.

BAB III

  1. Kesimpulan

Jadi fotosintesis adalah proses pembentukan karbohidrat (glukosa) dari karbondioksida (CO₂) dan air (H₂O) dengan bantuan sumber energi utama sinar matahari.

Bahan-bahan (utama) yang diperlukan tumbuhan untuk berfotosintesis adalah :

a. Sinar matahari

b. Karbondioksida

c. Klorofil

d. Air

Fotosintesis menghasilkan :

a. Oksigen

b. Energi

 

Comments on: "LAPORAN FOTOSINTESIS" (3)

  1. ihkk,, kok ngk da yg menjelaskan ttng matahari sumber energi utama ya !!
    😦 hiks, hiks

  2. Laporan fotosintesis ny bguz kok:)
    tpii klo bsa d tmbah lgii yah…
    nd bntuu ak donk buat carii jwaban “mengapa matahari menjadi sumber energi utama”
    :(:) !!
    plies … bntuu ya:*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: