Just another WordPress.com site

   Image

     Beberapa minggu telah berlalu sejak kejadian “itu”. Kejadian yang berupa tragedi  yang menimpa gadis terpopuler di sekolah, Fabia Inzz. Kejadian yang secara tidak langsung merupakan kesalahanku, Yuta Mori.

   
    Kini, atmosfer di tempat menuntut ilmu ini terasa berbeda, karena gadis terpopuler di sekolah itu menderita patah tulang kaki, tepatnya di kaki kiri. Sungguh malang nasibnya. Ya, dan sekali lagi hal itu merupakan kesalahanku. Fabia tidak lagi dipandang oleh semua orang, bahkan oleh teman-teman sepermainannya. Ditambah lagi, dia menderita trauma. Setiap dia melangkahkan kaki menuju jalan raya, dan melihat kendaraan-kendaraan melintas, dia berteriak histeris. Dan, setiap dia melihatku, dia seperti seseorang yang hilang akal dan berlari ketakutan tanpa arah dan tujuan yang jelas. Kini, aku benar-benar merasa bersalah padanya.
    
    Lalu, hari ini, entah kenapa, tiba-tiba gadis yang kusukai, Lucia Elsie, mendatangiku dan tersenyum.
    “Hai, Yuta,” katanya sambil tersenyum.
    “Ah, hai.. Ada apa, Lucia?” tanyaku.
    “Aku ingin mengatakan sesuatu padamu. Bisakah nanti sepulang sekolah kau datang ke belakang sekolah?” katanya.
    “Ya, akan kuusahakan aku datang,” jawabku seadanya.
    “Kutunggu,” katanya sambil tersenyum manis sembari berjalan pergi menuju kelasnya.
    
     Tunggu! Apa yang akan dia katakan padaku? Apa? Aaaarggh..!! Aku penasaran! Aku ingin secepatnya mengetahui apa yang akan dia katakan padaku. Tapi bagaimanapun aku harus menunggu hingga bel pelajaran terakhir berbunyi.
   
     Saat pelajaran, aku sama sekali tak bisa memperhatikan dan memahami pelajaran apapun yang diterangkan oleh guru di depan kelas. Walaupun aku berada di ruang kelas, tapi rasanya pikiran dan jiwaku berkeliling ke tempat lain karena terus penasaran dengan apa yang akan dikatakan oleh Lucia. Sesaat jiwaku terasa kembali, lalu kulihat jam dinding di kelasku. Masih pukul 10.16! Dan bel terakhir baru akan dibunyikan pada pukul 13.00! Terlebih lagi, saat kulihat pergerakan jarum jam itu, sedetik terasa sangaaat lamaa.. Siaaal..!! Aku tidak sabaaaarr..!!!
   
     Entah kenapa setelah itu aku merasa tubuh dan jiwaku mengambang di suatu dimensi yang lain. Di sana, yang terlihat adalah hamparan tanah lapang yang sangat luas. Dan terlihat sebuah pesawat di langit. Tempat apa ini?
   
      Belum sempat aku memikirkan tentang tempat itu, tiba-tiba tubuh dan jiwaku serasa berpindah lagi ke dimensi lain. Dan kali ini, aku mendengar sesuatu. Sesuatu yang berbunyi dengan keras. Sesuatu yang berbunyi cukup lama. Sesuatu yang baru kusadari adalah bel sekolah. Aku langsung menyadari bahwa barusan aku tertidur dan bermimpi. Tapi apa arti mimpi itu?
   
      Tanpa memikirkan hal itu lama-lama, mataku langsung tertuju ke arah jam dinding kelas. Dan jam itu menunjukkan pukul 13.00 yang berarti bel barusan adalah bel pelajaran terakhir. Setelah guru keluar, langsung kupegang tas punggungku dan berlari secepat mungkin menuju belakang sekolah. Tapi anehnya, walaupun aku merasa aku sudah berlari cukup jauh dan seharusnya sudah sampai di lokasi, aku malah tersesat ke ruang kepala sekolah.
    APAA!!?

TO BE CONTINUED

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: